Pengaruh Pelatihan Syukur terhadap Subjective Well-Being pada Penduduk Miskin di Surakarta

Fadjri Kirana A, Tri Rejeki Andayani, Nugraha Arif Karyanta

Abstract


Pengaruh Pelatihan Syukur terhadap Subjective Well-Being

pada Penduduk Miskin di Surakarta

The Influence of The Gratitude Training to Subjective Well-Being

of The Poor People in Surakarta

Fadjri Kirana Anggarani, Tri Rejeki Andayani, Nugraha Arif Karyanta

Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran

Universitas Sebelas Maret

ABSTRAK

Orang-orang yang hidup dalam kemiskinan lebih cenderung merasa pesimis terhadap kemungkinan untuk dapat berhasil dan kurang bahagia. Kebahagiaan (happiness) mengacu kepada pengalaman subyektif yang mengarah kepada penilaian terhadap hidup yang dijalani dan selanjutnya kesejahteraan yang menyangkut kebahagiaan ini disebut subjective well-being. Orang-orang yang hidup miskin memiliki kesejahteraan subjektif yang semakin berkurang. Subjective well-being dapat dihasilkan dengan melatih kekuatan karakter yang sesuai dengan diri individu. Salah satu bentuk intervensi yang dapat digunakan untuk meningkatkan subjective well-being adalah melalui syukur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh pelatihan syukur terhadap subjective well-being pada penduduk miskin di Surakarta.

Subjek penelitian ini adalah warga penduduk miskin dari RT 04 / RW VI Kelurahan Semanggi Surakarta berjumlah 19 orang. Desain penelitian kuasi eksperimen ini adalah pretest-posttest control group design dengan kelompok eksperimen 10 orang dan kelompok kontrol 9 orang. Kelompok eksperimen diberi pelatihan syukur sebanyak 4 kali pertemuan menggunakan metode games, simulations, instruments, mental imagery, writing tasks, diskusi, kuliah, dan film/video. Metode pengumpulan data dilakukan melalui modul pelatihan, Satisfaction With Life Scale, dan Scale of Positive and Negative Experience. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik parametrik uji Independent Sample T Test pada masing-masing komponen (afektif dan kognitif).

Berdasarkan hasil perhitungan uji Independent Sample T Test untuk kepuasan hidup diperoleh t hitung 4,730 > t tabel 1,740 dan p 0,000 < 0,05 pada saat pretest-posttest, t hitung 4,417 > t tabel 1,740 dan p 0,000 < 0,05 pada pretest-follow up, dan t hitung 1,217 < t tabel 1,740 dan p 0,120 > 0,05 pada posttest-follow up. Sedangkan hasil perhitungan uji Independent Sample T Test untuk balance affect diperoleh t hitung 3,133 > t tabel 1,740 dan p 0,003 < 0,05 pada saat pretest-posttest, t hitung 2,728 > t tabel 1,740 dan p 0,007 < 0,05 pada pretest-follow up, dan t hitung 0,895 < t tabel 1,761 dan p 0,193 > 0,05 pada posttest-follow up. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan syukur berpengaruh terhadap Subjective Well-Being pada penduduk miskin di Surakarta.

Kata kunci: (pelatihan syukur, subjective well-being, penduduk miskin)


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.